Krisis Pembelajaran Masa Pandemi

Krisis Pembelajaran Masa Pandemi

Madrasahdigital.net. Tema kedua dari Krisis Pembelajaran menurut kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran atau Naskah Akademik Kurikulum Merdeka adalah Pembelajaran Masa Pandemi.


  • Baca Juga
  1. Materi Penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka
  2. Materi Memahami Pembelajaran dan Asesmen

Awal tahun 2020, seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia mengalami bencana dengan kehadiran Pandemi COVID-19. Hal ini memperparah krisis pembelajaran yang memang sebelumnya sudah terjadi di Indonesia sebagaimana dijelaskan pada bagian A.

Selama 2 tahun Pandemi COVID-19, telah terjadi peningkatan kehilangan pembelajaran (loss learning) yang signifikan ditinjau dari pencapaian kompetensi literasi dan numerasi siswa.

Riset menunjukkan sebelum Pandemi COVID-19, kemajuan belajar selama 1 tahun (kelas 1 SD) adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi.

Sedangkan saat Pandemi COVID-19, kemajuan belajar selama kelas 1 berkurang secara signifikan. Untuk literasi, kehilangan pembelajaran siswa setara dengan 6 bulan belajar. Sedangkan untuk numerasi, kehilangan pembelajaran siswa setara dengan 5 bulan belajar.

Gambar 2.5 mendeskripsikan kehilangan pembelajaran yang terjadi pada 3.391 siswa SD dari 7 Kab/ Kota di 4 provinsi, pada bulan Januari 2020 dan April 2021 sebagai sampel yang diteliti oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) pada tahun 2021.

Krisis Pembelajaran Masa Pandemi dengan Learning Loss
Gambar 2.5. Indikasi Kehilangan Pembelajaran Sumber: Kemdikbud Ristek 2021

Krisis Pembelajaran masa pandemi yang paling menyita perhatian adalah learning loss atau kehilangan pembelajaran. Learning Loss tidak hanya melanda Indonesia saja, tapi seluruh dunia terdampak learning loss akibat pandemi. Walaupun learning loss bisa disebabkan oleh faktor -faktor lain selain pandemi.


Sumber: Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran, 2022

Materi Krisis Pembelajaran

Loading