Hasil Evaluasi Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Evaluasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar

Madrasahdigital.net. Bahasan tentang temuan hasil evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak terbagi menjadi dua sasaran. Pertama tentang perencanaan pembelajaran dan kedua implementasi pembelajaran. Pada sasaran kedua akan menjelaskan tentang evaluasi implementasi pembelajaran kurikulum merdeka.

Kajian ini menjelaskan hasil evaluasi implementasi Pengorganisasian Pembelajaran di KOSP, Metode pembelajaran kurikulum merdeka, dan penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila.


Evaluasi Implementasi Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Salah satu fase penting dalam proses belajar mengajar adalah pengorganisasian pembelajaran. Saat ini sekolah memiliki cara-cara yang beragam dalam mengimplementasikan pengorganisasian pembelajaran.

Sebagian besar memang masih melakukan pengorganisasian pembelajaran berdasarkan mata pelajaran, naum cara-cara kombinasi dan kolaborasi antar-mata pelajaran sudah mulai banyak dilakukan.

Pengorganisasian pembelajaran di beberapa sekolah didasarkan oleh hasil refleksi guru atas kemampuannya agar materi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa.

Keputusan terkait pengorganisasian pembelajaran merupakan hasil strategi guru untuk menerapkan konsep dalam bidang studi yang akan diajarkan kepada siswa.

Rekap hasil evaluasi implementasi Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak

Gambar 4.19. Presentase Kepala Sekolah Janjang Dasmen terkait Pilihan dalam Melakukan Pendekatan Pengorganisasian Pembelajaran di Sekolah (n=1.594) Sumber: PSKP, 2021

Metode Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Dalam menerapkan metode belajar, guru sudah mulai melakukan metode yang lebih fleksibel. Cara-cara ini sangat berdampak pada terciptanya suasana kelas yang menyenangkan.

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh Reigeluth dan Merill (Munawaroh, 2017) cara guru mengajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dalam studi tersebut menyebutkan metode belajar yang menciptakan proses belajar yang menyenangkan secara tidak langsung mempengaruhi hasil belajar siswa sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna.

Hal ini sejalan dengan studi etnografi yang dilakukan dalam program sekolah penggerak:

Sikap siswa dalam pembelajaran tergantung pada metode yang digunakan oleh guru. Siswa terlihat bersemangat ketika pembelajaran menggunakan proyektor untuk menyajikan materi dan melakukan pembelajaran di luar kelas dibanding di dalam kelas (Observasi Kelas Guru Fitri, 11/09/2021).

Ketika menggunakan metode ceramah, siswa bagian depan semangat dalam mendengarkan, namun siswa yang duduk di bagian belakang terlihat bosan, bermain dan bersenda gurau (Observasi Kelas Guru Idris, 19/09/2021).

Interaksi antar sesama siswa dalam pembelajaran baik, dalam metode kelompok siswa berdiskusi satu sama lain, namun ada juga yang memilih mengerjakan tugas secara individu meskipun sedang bekerja dalam kelompok. Ketika mengerjakan tugas  yang sifatnya individu untuk mengetahui pemahaman siswa pada materi tertentu, maka siswa mengerjakan soal secara mandiri.

Dalam pelaksanaan PSP ini, siswa terlihat tertarik dengan bahan ajar PSP yang menampilkan gambar yang menarik. Cara ini tampak efektif dalam mendorong antusiasme mereka untuk berpikir kritis mengenai gambar yang ada di bahan ajar tersebut (Wawancara Guru Fitri, 20/09/2021). (PSKP, 2021).

Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Selain melalui metode yang fleksibel suasana yang menyenangkan juga tampak pada penerapan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 merupakan aktivitas pembelajaran yang bermakna untuk mewujudkan enam dimensi profil pelajar pancasila.

Kegiatan ini sudah dilakukan oleh sebagian besar sekolah. Sekolah biasanya memilih tema berdasarkan pada keinginan siswa dan potensi wilayahnya.

Misalnya di PAUD Imanuel Manembo-nembo, P5 dilakukan dengan cara membuat abon ikan karena kota Bitung memiliki potensi ikan yang berlimpah. Hal ini juga menjadikan sekolah lebih mandiri dalam hal pendanaan (PSKP, 2021).

Berbeda dengan PAUD Imanuel Manembo-nembo, di SMAN 1 Sikur, P5 memiliki program yang disebut ‘SI ASIK SMANSIK (Pengolahan Sampah Holistik SMAN 1 Sikur). Kegiatan ini dilakukan dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk. Setelah menjadi pupuk, siswa melakukan proses pemanfaatan pupuk dengan melakukan penanaman di dalam pot.

Proses pemanfaatan tersebut dilaksanakan di sebuah tempat khusus bernama ‘Green House’ yakni tempat pembudidayaan tanaman. Setelah pemanfaatan, siswa diarahkan untuk mengemas hasil produk dengan membuat desain penjualan berbasis komputer.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara guru IPA, IPS, IT dan Bahasa Indonesia.

Gambar 4.20. Persentase Sekolah Yang Sudah Mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berdasarkan Jenjan dan Status Wilayah (n= 1.713) Sumber: PSKP, 2021


Sumber: Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran, 2022

Materi Implementasi Kurikulum Merdeka Terbatas

Loading