Hasil Evaluasi Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka

Evaluasi Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Belajar

Madrasahdigital.net. Pembahasan ketiga dari tema Evaluasi IKM di sekolah penggerak adalah temuan hasil evaluasi penyusunan perangkat ajar kurikulum merdeka. Sebelumnya menjelaskan tentang temuan analisis Karakteristik Satuan Pendidikan dan penyusunan KOSP Kurikulum Merdeka.


Evaluasi Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka

Persiapan implementasi Kurikulum Merdeka juga terlihat dari cara guru menyusun modul ajar. Sebagian besar guru melakukan proses adaptasi dengan mengadopsi modul dari Kemendikbudristek kemudian disesuaikan dengan konteks lokalnya. Hanya sedikit guru yang mengadopsi keseluruhan contoh modul ajar untuk diterapkan di sekolah masing- masing.

Hal yang menarik adalah sebagian guru mulai berproses, mencoba mengasah kreativitas dan nalar kritisnya dengan mencoba menyusun modul ajar sendiri.

Pada jenjang Dasmen, guru yang menyusun modul ajar sendiri berada pada kisaran angka 15% sementara pada PAUD dan SLB lebih tinggi yaitu 21,99% dan 29,09%. Dari hasil wawancara, guru-guru PAUD dan SLB melakukan banyak improvisasi berdasarkan kebutuhan dan masukan dari orang tua siswa.

Hal ini juga tampak dari hasil survei keterlibatan orang tua pada jenjang PAUD keterlibatan orang tua mencapai 77,46% sementara pada jenjang SLB sebanyak 64,29%.

Hasil Evaluasi Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka
Gambar 4.17. Persentase Guru Cara Menyusun Rencana Pembelajaran (n= 8.262) Sumber: PSKP, 2021

Studi ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar guru-guru memanfaatkan hasil asesmen karakteristik siswa sebagai pertimbangan utama dalam penyusunan modul ajar.

Selain hal tersebut, pertimbangan guru dalam menyusun pembelajaran dihasilkan dari diskusi dengan berbagai guru, mempelajari contoh-contoh yang diberikan dari platform guru berbagi, dan sedikit diantaranya memperoleh inspirasi penyusunan modul pembelajaran dari RPP sebelumnya.

Evaluasi Penyusunan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Sebagian besar sekolah juga telah mulai mempersiapkan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Dalam kurun waktu semester terakhir, sebagian besar satuan pendidikan sudah memiliki tim projek pengembangan. Namun demikian, baru sedikit sekolah yang telah mengembangkan modul projek.

Di SLB misalnya, total sekolah yang sudah memiliki tim projek sebanyak 84%, sementara sekolah yang sudah menyusun projek baru sekitar 54%.

Gambar 4.18. Persentase Satuan Pendidikan yang Mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (n= 1.594) Sumber: PSKP, 2021

Hasil evaluasi Penyusunan Perangkat Ajar terkait Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka belum memuaskan. Masih banyak yang belum mengembangkan secara mandiri. Modul Projek merupakan kegiatan baru di struktur kurikulum merdeka

Sumber: Kajian Akademik Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran, 2022

Materi Implementasi Kurikulum Merdeka Terbatas

Loading