3.3. Penjelasan Struktur Kurikulum Merdeka

Penjelasan Struktur Kurikulum Merdeka di Satuan tidak lepas dari 3 kegiatan utama yang dilakukan oleh satuan pendidikan.

Ketiga kegiatan utama tersebut pada penjelasan struktur kurikulum merdeka terkait dengan 3 hal yaitu tujuan, metode dan hasil.


Pendidikan Pembelajaran Intrakurikuler

a. Tujuan

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler untuk setiap mata pelajaran dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran.

Berdasarkan Permendikbud No.50 Tahun 2020, PKL (SMK) atau magang (SMALB) bertujuan menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dan kebutuhan kerja, serta menyiapkan kemandirian peserta didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha.

Untuk SPK, Capaian Pembelajaran yang dimaksud adalah capaian pembelajaran untuk tiga (3) mata pelajaran wajib (Agama, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila) dengan mengikuti alokasi waktu struktur Kurikulum Merdeka.

b. Metode

  • Menggunakan berbagai metode pengajaran/pendekatan belajar sebagai wujud ‘Merdeka Belajar, Merdeka Bermain’.
  • Menggunakan berbagai instrumen asesmen yang bermakna dalam menilai progress dan capaian peserta didik.
  • Melibatkan pendidik dalam proses desain asesmen dan moderasi hasil asesmen.
  • Dalam konteks PAUD, satuan bebas memilih ragam pendekatan yang sesuai sepanjang mengusung pengalaman yang menyenangkan dan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Dalam program intrakurikuler, tema tidak ditetapkan. Satuan PAUD bebas mengembangan tema yang kontektual sesuai dengan karakteristiknya.
  • Untuk PKL/magang, metode meliputi pemetaan kompetensi, penetapan lokasi, jangka waktu, pemetaan penempatan, pembimbing, serta pembekalan. Selain itu, PKL/magang dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja yang melibatkan pendidik sebagai pembimbing dan instruktur pada lokasi PKL.

c. Hasil

  • Bukti pencapaian capaian pembelajaran berupa portofolio/kumpulan hasil pekerjaan peserta didik dari berbagai instrumen asesmen.
  • Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar untuk konteks PAUD.
  • Untuk PKL, bukti berupa umpan balik yang komprehensif meliputi perkembangan peserta didik dalam ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dan dapat berupa lembar sertifikat.

Penjelasan Struktur Kurikulum di Satuan Pendidikan-Projek Profil Pelajar Pancasila

a. Tujuan

Kegiatan yang dirancang terpisah dari intrakurikuler yang bertujuan untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD).

Tujuan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan materi pelajaran intrakurikuler.

Pada PAUD, ini bertujuan untuk pengayaan wawasan dan penanaman karakter sejak dini.

b. Metode

  • Mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan kontekstual dalam bentuk projek dengan bobot 20%-30% (SD-SMA/SMK) dari kegiatan pembelajaran.
  • Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk bekerja mandiri dan fleksibel.
  • Dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek.
  • Bekerja secara kolaboratif dan terencana.
  • Khusus satuan PAUD kegiatan ini dilaksanakan minimal 2x setahun, serta dilaksanakan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional dengan menggunakan empat (4) pilihan tema besar yang sudah ditetapkan.
  • Untuk SPK, alokasi waktu untuk Projek penguatan profil pelajar Pancasila mengikuti struktur Kurikulum Merdeka dan diambil dari minimum tiga (3) mata pelajaran wajib.

c. Hasil

  • Bukti dapat berupa hasil produk/projek dan jurnal kerja yang fokus pada proses dan pencapaian tujuan projek.
  • Satuan pendidikan menyediakan waktu khusus untuk peserta didik menunjukkan hasil projek melalui pameran/pertunjukan.
  • Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar untuk konteks PAUD, pada bagian terpisah dengan intrakurikuler.

Pembelajaran Ekstrakurikuler

a. Tujuan

Kegiatan di luar jam belajar intrakurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

b. Metode

  • Terdiri atas ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Kegiatan wajib berbentuk pendidikan kepramukaan dan kegiatan pilihan berupa kegiatan yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta didik.
  • Mengacu pada prinsip partisipasi aktif dan menyenangkan.
  • Melibatkan pendidik dan narasumber profesional dalam melatih keterampilan tertentu.
  • Untuk Satuan PAUD, program ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.

c. Hasil

  • Bukti berupa testimoni atau cerita dari peserta didik.
  • Dilaporkan melalui rapor atau laporan kemajuan belajar untuk konteks PAUD, pada bagian terpisah dengan intrakurikuler.

Sumber: Panduan Pengembangan KOSP Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan pada Kurikulum Merdeka, 2022

Materi Pengorganisasian Pembelajaran

Loading