Evaluasi Hasil Kurikulum Darurat
Berdasarkan implementasi kurikulum di masa Pandemi COVID-19, diperoleh fakta bahwa siswa pengguna kurikulum darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada siswa yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh, terlepas dari latar belakang sosio-ekonominya. Survei yang dilakukan pada 18.370 siswa kelas 1-3 SD di 612 sekolah di 20 kab/kota dari 8 provinsi selama kurun waktu bulan April-Mei 2021 menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara Kurikulum 2013 dan kurikulum darurat. Selisih skor literasi dan numerasinya setara dengan 4 bulan pembelajaran. Pada skor numerasi, siswa pengguna Kurikulum 2013 memperoleh skor 482 dibanding siswa pengguna kurikulum darurat dengan skor 517. Sementara skor literasi siswa pengguna Kurikulum 2013 memperoleh skor 532 dibanding siswa pengguna kurikulum darurat dengan skor 570.
Gambar 2.8. Selisih Skor Literasi dan Numerasi Pengguna Kurikulum 2013 dan kurikulum darurat
Sumber: Kemdikbud Ristek 2021
Bila kenaikan hasil belajar itu direfleksikan ke proyeksi kehilangan pembelajaran numerasi dan literasi, penggunaan kurikulum darurat dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73% (literasi) dan 86% (numerasi), sebagaimana diilustrasikan pada Gambar 2.8.
Gambar 2.9. Proyeksi dampak pandemi pada pengguna Kurikulum 2013 dan kurikulum darurat Sumber: Kemdikbud Ristek 2021